Fiesta Datang Dengan Beragam Kejutan

Ford Fiesta mengadopsi desain kinetis

Jakarta, 5 Oktober 2010. Ford pantas bergembira karena Fiesta adalah salah satu mobil kota terlaris sepanjang 32 tahun. Determinasi Fiesta di pasar supermini itu berkat kemampuan para ahli teknik Ford berkompromi, dan menghasilkan mobil yang diinginkan kaum urban. Kini, primadona Ford itu siap untuk meneruskan legenda Fiesta di Indonesia.

Sama seperti arti namanya (pesta), Fiesta datang dengan beragam kejutan, mulai dari desain baru dan teknologi terkini. Pada saat yang sama, Fiesta tetap mempertahankan formula suk­ses mereka: dimensi eksternal yang kompak dan pengendalian yang menawan. Bahkan tidak berlebihan jika kami katakan bahwa inilah supermini terbaik saat ini.

Kegemilangan Fiesta dapat dilihat dari desainnya. Menurut Ford, desain Fiesta adalah ekspresi benderang dari semua inspirasi yang ada di dunia desain saat ini. Jika Anda pernah terkagum-kagum saat melihat arsitektur iconic, hingga tersentuh oleh pertujukan seni berkelas -mobil ini akan membawa sensasi déjà vu. Itulah promosi dari Ford Motor Company. Kita tentu tidak bisa begitu saja percaya pada perkataan mereka. Toh, semua itu dilakukan atas dasar promosi, dan menarik perhatian konsumen.
Jarak pijak cukup lebar sehingga lebih stabil saat dikendarai

Namun, setelah kami amati desainnya dengan seksama, kami bisa meresapi apa yang dimaksudkan oleh para desainer Ford. Seperti halnya Mondeo dan S-Max, Fiesta di­ciptakan dengan gaya Kinetic. Gaya desain ini bertujuan memberi kesan dinamis meskipun mobil dalam keadaan diam. Desain Kinetic juga berhasil membedakannya dengan Mazda2 hatchback, saudara sedarah­nya (satu platform).
Fiesta dijual dalam tiga tipe. Pertama adalah Fiesta Style 1.4L Style, Fiesta Trend 1.4L, dan terakhir Fiesta Sport 1.6L AT. Untuk Fiesta Style dan Trend MT, dibekali transmisi manual 5-speed. Sementara untuk Fiesta Trend AT, memakai transmisi shiftronic 4-speed, dan Fiesta Sport dijejali transmisi powershift 6-speed.
Desainnya berbeda dengan Mazda2

Interior Fiesta diracik sama krea­tifnya dengan eksterior. Di sini, garis tegas tampak diaplikasi untuk membentuk dashboard, plafon, hingga lay out konsol tengahnya. Sayang, sentuhan tegas ini terputus saat mereka meracik trim pintu. Selain itu, material plastik di dalam kabin Fiesta terkesan murah, dan pandang­an ke belakang tidak maksimal.
Bisa terkoneksi dengan ponsel melalui fitur Bluetooth

Uniknya, konsol tengah Fiesta terinspirasi dari telepon genggam. Tombol-tombol angkanya bahkan terlihat diambil mentah-mentah dari ponsel Nokia. Nah, perangkat audio Fiesta dapat terhubung dengan perangkat ponsel, melalui Bluetooth. Jika ponsel Anda memiliki kemampuan untuk memutar lagu, maka secara otomatis fungsi player ada di ponsel Anda. Sebagai mobil anak muda, Fiesta dilengkapi pula dengan koneksi USB untuk MP3 player, dan voice command/speech recognition. Contohnya, jika kita ingin mengaktifkan radio, cukup tekan tombol speech recognition di belakang kemudi, lalu sebut kata function, dilanjutkan dengan kata radio, dan dibalas oleh komputer dengan sebutkan frekuensi yang Anda inginkan. Anda tinggal jawab dalam bahasa Inggris, dan terpilihlah radio kesayangan Anda.
Tombol audio terlihat bagai ponsel Nokia

UJI JALAN
Fiesta sangat menyenangkan untuk dikendarai, pengendaraannya nyaman dan salah satu mobil paling sempurna di kelasnya. Eksterior dan interiornya sangat stylish, stt..harganya juga terjangkau! Untuk tipe Style MT dijual Rp 167 Juta dan tipe termahalnya Rp 215 juta (1,6-liter powershift). Dari harganya, Fiesta jelas menarik. Lalu, bagaimana dinamikanya di atas aspal?

Fiesta adalah salah satu supermini tersenyap di kelasnya. Mesinnya sangat halus, dan ketika dipacu pada kecepatan 40-60 km/jam, suara angin di samping mobil juga dapat ditolerir. Kesenyapannya membuat kita bagai mengendarai mobil yang lebih mahal.

Jika ada satu elemen yang mengharuskan Fiesta berterimakasih pada sejarah Ford yang panjang, maka itu adalah kualitas pengendaraannya. Tidak perduli model apa, Ford sepertinya tahu benar bagaimana menemukan keseimbangan antara kenyamanan dan pengendalian.

Itulah mengapa, hanya butuh waktu sedikit bagi kami (kurang dari 30 menit) untuk mengetahui apa yang membedakan Fiesta dari kompetitornya. Secara umum ke­nyamanannya dibuat untuk menunjang kemampuan manuver, begitu pula sebaliknya. Inilah masalah yang biasanya timbul pada mobil perkotaan. Kebanyakan mobil-mobil kota dibuat hanya berdasarkan pertimbangan performa saja, dan melupakan kenyamanan ketika melintasi jalanan rusak.

Ketika menguji performa menikungnya di atas aspal jalanan yang tidak mulus, Fiesta menujukkan kestabilan cukup baik. Kemudinya juga merespon perge­rakan tangan dengan baik, dan performa kemudinya disesuaikan pula dengan pilihan kapasitas mesin. Level power steering-nya juga menyesuaikan dengan kecepatan mobil. Itulah mengapa mengemudikan Fiesta bagai mengemudikan sebuah mobil mewah lansiran manufaktur Jerman.

Ford Fiesta sangat "bersema­ngat" di tiga gear pertamanya. Untuk respon transmisi yang lebih cepat, cobalah memindahkan gear melalui fasilitas powershift-nya. Dengan begitu, Anda mendapatkan respon layaknya transmisi manual. Jika di­terjemahkan dalam kamus lalu lintas ibukota yang macet, artinya Fiesta akan dengan mudah meliuk dan berakselerasi jika dibutuhkan.
Target Car

4 komentar:

  1. Tulisan yang lengkap dan bagus. Saya suka membacanya. Semoga bisa terus menghasilkan tulisan yang bagus dan berimbang.

    BalasHapus
  2. Mobil ini menang Car of The Year Autobild. Hebaat!

    BalasHapus
  3. YAng menang versi 1.6 kalee...yang 1.4 memble

    BalasHapus
  4. Menurut saya, 1.4 dan 1.6 sama-sama menarik. Tergantung selera dan dana kalian saja. Bukan begitu?

    BalasHapus